Resep Minyak Pijat Relaksasi Pasangan: Kembalikan Keharmonisan dengan Sentuhan Alami

Menjaga keseimbangan antara karier yang menuntut dan kehidupan rumah tangga adalah sebuah tantangan nyata di era modern. Kesibukan harian yang padat sering kali merampas quality time yang esensial bagi pasangan, menyisakan rasa lelah dan jarak emosional. Ketika komunikasi verbal terasa melelahkan setelah seharian bekerja, mencari alternatif interaksi yang menenangkan menjadi sangat krusial.

Pijat Pasangan

Pijat relaksasi adalah salah satu cara paling sehat dan efektif untuk melepaskan penat bersama, memperkuat koneksi emosional, dan menciptakan momen mindfulness di rumah. Dipadukan dengan aromaterapi dari ekstrak botani murni, sebuah sesi pijat ringan dapat mengubah malam yang penuh stres menjadi ruang untuk saling menghargai.

Artikel ini akan memandu Anda memahami sains di balik sentuhan, cara memilih bahan baku yang tepat, hingga resep membuat massage oil alami yang aman dan nyaman di kulit.

Mengapa Sentuhan Fisik Penting dalam Hubungan?

Konsep physical touch atau sentuhan fisik merupakan salah satu dari lima bahasa cinta (love language) yang fundamental dalam membangun kedekatan emosional manusia. Sentuhan tidak selalu bermakna eksploitasi romansa; sentuhan juga merupakan bentuk komunikasi non-verbal yang menyampaikan rasa aman, perhatian, dan dukungan. Bagi pasangan suami istri, pijatan di pundak setelah hari yang panjang adalah manifestasi fisik dari frasa “aku peduli padamu”.

Secara fisiologis, sentuhan yang penuh perhatian dapat memengaruhi respons sistem saraf. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pijatan lembut berpotensi memicu pelepasan endorfin dan oksitosin—sering disebut sebagai “hormon pelukan”—yang berperan dalam membangun rasa percaya dan relaksasi antar individu. Selain itu, sentuhan ritmis dapat membantu menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol, menciptakan atmosfer penenang di dalam rumah.

Lebih dari sekadar meredakan ketegangan otot punggung atau kaki, pijat pasangan mengharuskan kedua belah pihak untuk hadir sepenuhnya pada momen tersebut (mindfulness). Rutinitas ini mengalihkan perhatian dari layar gawai atau kekhawatiran pekerjaan, mengembalikan fokus pada koneksi antarmanusia yang hangat dan empatik.

Tahukah Anda?

Oksitosin tidak hanya dilepaskan pada orang yang menerima pijatan, tetapi juga pada mereka yang memberikannya dengan niat yang tulus. Ini menjadikan pijat pasangan sebagai aktivitas resiprokal yang menenangkan kedua belah pihak secara emosional.

Apa yang Membuat Minyak Pijat Berkualitas?

Tidak semua minyak diciptakan setara ketika berbicara tentang kenyamanan di atas kulit. Minyak pijat suami istri yang ideal harus memberikan keseimbangan sempurna antara hidrasi, tekstur, dan aroma. Komponen utama dari massage oil alami selalu terdiri dari dua elemen: carrier oil (minyak pembawa nabati) dan essential oil (minyak atsiri aromatik).

Faktor terpenting dalam minyak pijat adalah daya luncur (skin glide) dan tingkat penyerapan (absorption). Minyak harus cukup kental agar tangan dapat meluncur mulus di atas kulit tanpa menimbulkan gesekan yang menyakitkan, namun harus cukup ringan sehingga tidak meninggalkan sensasi lengket atau berminyak (non-greasy texture) yang mengotori seprai atau pakaian. Tekstur yang tepat memungkinkan terapis atau pasangan memberikan tekanan yang konsisten.

Selain tekstur, kompatibilitas kulit (skin compatibility) juga merupakan kriteria utama. Minyak yang kaya akan asam lemak esensial dan vitamin E alami akan merawat skin barrier secara bersamaan. Terakhir, aroma balance atau keseimbangan aroma dari essential oil menentukan arah terapi emosional; apakah tujuannya untuk menjernihkan pikiran, memberikan kehangatan, atau menginduksi tidur yang lelap.

Pilihan Carrier Oil Terbaik untuk Pijat

Carrier oil membentuk 98% hingga 99% dari keseluruhan komposisi minyak pijat Anda. Karena fungsinya untuk mengencerkan dan “membawa” essential oil ke dalam kulit, pemilihan carrier oil terbaik sangat memengaruhi pengalaman pijat secara keseluruhan. Berikut adalah ulasan ilmiah mengenai beberapa minyak nabati paling ideal:

1. Jojoba Oil (Minyak Jojoba)

Secara teknis, Jojoba oil adalah lilin cair (liquid wax), bukan minyak. Struktur molekulnya sangat mirip dengan sebum (minyak alami) yang diproduksi oleh kulit manusia. Jojoba sangat direkomendasikan karena memiliki daya simpan yang luar biasa (tidak mudah tengik), tekstur glide yang halus, serta tidak menyumbat pori-pori (non-comedogenic).

2. Sweet Almond Oil (Minyak Almond Manis)

Minyak ini adalah standar klasik dalam dunia spa profesional. Sweet Almond Oil kaya akan asam oleat dan linoleat, menyebar dengan sangat baik di permukaan tubuh, dan menyerap dengan kecepatan sedang. Waktu penyerapannya yang moderat memungkinkan pasangan melakukan pijatan dalam durasi yang lebih lama tanpa harus terus-menerus menambahkan minyak.

3. Grapeseed Oil (Minyak Biji Anggur)

Bagi mereka yang sama sekali tidak menyukai rasa berminyak, Grapeseed Oil adalah primadona. Profilnya sangat tipis, ringan, dan memiliki sifat astringent ringan yang meninggalkan hasil akhir satin-like pada kulit. Minyak ini ideal untuk individu dengan kulit cenderung berminyak atau berjerawat.

4. Fractionated Coconut Oil (FCO)

Berbeda dengan virgin coconut oil (VCO) yang dapat membeku di suhu dingin, FCO telah melewati proses fraksinasi sehingga selalu dalam wujud cair. Minyak ini sangat ringan, tidak berwarna, tidak berbau tajam, dan tidak meninggalkan noda membandel pada seprai (non-staining). FCO sangat stabil dan memiliki umur simpan yang sangat panjang.

5. Apricot Kernel Oil (Minyak Biji Aprikot)

Mirip dengan Sweet Almond, namun Apricot Kernel memiliki viskositas yang sedikit lebih ringan. Minyak ini diakui secara luas dalam literatur kosmetik dan dermatologi karena kelembutannya, menjadikannya pilihan istimewa untuk kulit yang sangat sensitif, kering, atau menua.

Tabel 1: Perbandingan Karakteristik Carrier Oil

Jenis MinyakKecepatan SerapDaya Luncur (Glide)Kesan di KulitUmur Simpan
Jojoba OilSedangSangat HalusMelembapkan, menyerupai sebum2-3 Tahun
Sweet AlmondSedangTinggiMenutrisi, licin sedang1 Tahun
GrapeseedSangat CepatRinganTidak lengket, astringent6-12 Bulan
FCOCepatRinganKering, tidak meninggalkan noda> 2 Tahun
Apricot KernelCepatSangat BaikLembut, cocok untuk kulit sensitif1 Tahun

Fakta Ilmiah

Menurut tinjauan dalam International Journal of Molecular Sciences (2017), minyak nabati yang mengandung asam linoleat tinggi (seperti Grapeseed dan Almond) terbukti secara saintifik mampu memperbaiki fungsi barrier kulit sekaligus menekan proses inflamasi secara topikal (Lin et al., 2017).

Essential Oil Pilihan untuk Relaksasi

Setelah menentukan basis minyak, langkah selanjutnya adalah menambahkan senyawa volatil (essential oil) untuk memberikan manfaat aromaterapi. Untuk tujuan quality time dan relaksasi, profil aroma yang menenangkan sistem saraf adalah prioritas utama. Perlu dicatat bahwa essential oil mendukung kesejahteraan, namun tidak dapat diklaim mengobati penyakit klinis secara medis.

1. Lavender (Lavandula angustifolia)

Lavender adalah komponen yang wajib ada dalam formula relaksasi apa pun. Literatur aromaterapi klinis mencatat bahwa senyawa linalool dan linalyl acetate dalam Lavender berpotensi merilekskan ketegangan saraf dan menurunkan laju pernapasan, menciptakan kondisi ideal untuk beristirahat di malam hari.

2. Bergamot FCF (Citrus bergamia)

Minyak sitrus yang berasal dari Italia ini memiliki kombinasi unik antara aroma segar, fruity, dan floral yang ringan. Bergamot sering digunakan dalam aromaterapi tradisional untuk mengangkat suasana hati (uplifting) sekaligus menenangkan kecemasan. Pastikan Anda memilih jenis FCF (Furocoumarin-Free) agar terhindar dari risiko fotosensitivitas saat terpapar sinar matahari.

3. Sweet Orange (Citrus sinensis)

Minyak jeruk manis didominasi oleh senyawa d-limonene. Aromanya yang ceria, manis, dan familier terbukti secara empiris mampu memberikan efek menyegarkan pikiran tanpa memberikan stimulasi berlebihan, sangat cocok untuk meredakan rasa lelah mental sepulang kerja.

4. Frankincense (Boswellia carterii)

Dikenal sebagai “Raja Essential Oil”, Frankincense (Kemenyan Arab) memiliki profil aroma kayu, rempah, dan balsam. Dalam praktik relaksasi holistik, aromanya mendorong pernapasan yang lebih dalam dan ritmis, menumbuhkan perasaan grounding atau membumi.

5. Cedarwood (Juniperus virginiana / Cedrus atlantica)

Cedarwood memberikan kehangatan aroma kayu yang kokoh dan menentramkan. Penggunaannya dalam pijat pasangan memberikan dimensi maskulin yang lembut, sangat efektif dalam menetralkan ruang yang terasa tegang akibat stres keseharian.

6. Roman Chamomile (Anthemis nobilis)

Meskipun sering diasosiasikan dengan teh penenang, Roman Chamomile dalam bentuk essential oil memiliki aroma apel hijau yang manis dan herbaceous. Senyawa filokimia di dalamnya diakui secara luas karena kemampuannya melembutkan emosi yang meledak-ledak dan mendukung kualitas tidur.

Tabel 2: Perbandingan Essential Oil untuk Relaksasi

Nama Essential OilProfil Aroma UtamaSenyawa Kunci DominanEfek Tradisional dalam Aromaterapi
LavenderFloral, Manis, HerbaceousLinalool, Linalyl acetateMenenangkan (Soothing), pemicu tidur
Bergamot (FCF)Citrus, Segar, FloralLinalyl acetate, LimoneneMengangkat mood, meredakan cemas
Sweet OrangeCitrus, Manis, Cerahd-LimoneneMenggembirakan, meredakan ketegangan
FrankincenseWoody, Balsamic, HangatAlpha-pineneGrounding, pernapasan dalam
CedarwoodWoody, Kering, ManisCedrolStabilisasi emosi, menentramkan
Roman ChamomileManis, Buah (Apple-like)EstersMenenangkan emosi ekstrem, relaksasi otot

Resep DIY: Minyak Pijat Relaksasi Pasangan

Membuat resep massage oil alami di rumah (DIY) adalah proses yang memuaskan dan ekonomis. Untuk pemijatan yang mencakup area tubuh yang luas (seperti punggung dan paha), standar keamanan aromaterapi merekomendasikan rasio pengenceran (dilution) sebesar 1%.

Aturan Pengenceran 1% (Untuk 50 ml Carrier Oil):

50 ml = sekitar 1.000 tetes.

1% dari 1.000 tetes = 10 tetes essential oil murni.

Berikut adalah beberapa formulasi yang dirancang khusus untuk memulihkan keharmonisan melalui relaksasi.

Formula 1 — Relaxing Evening Blend

Resep ini sangat ringan, tidak membebani pori-pori, dan didesain untuk meredakan kelelahan mental.

Bahan Basis (Carrier Oil):

  • 30 ml Jojoba Oil
  • 20 ml Grapeseed Oil

Minyak Aromatik (Essential Oils):

  • 5 tetes Lavender
  • 3 tetes Sweet Orange
  • 2 tetes Frankincense

Formula 2 — Deep Grounding & Warmth

Resep dengan profil kehangatan kayu yang elegan, dirancang bagi pasangan yang mencari pijatan yang lebih bertenaga namun tetap memusatkan pikiran (mindful).

Bahan Basis (Carrier Oil):

  • 25 ml Sweet Almond Oil
  • 25 ml Fractionated Coconut Oil (FCO)

Minyak Aromatik (Essential Oils):

  • 4 tetes Cedarwood
  • 4 tetes Bergamot (FCF)
  • 2 tetes Roman Chamomile

Tabel 3: Panduan Pencampuran DIY Massage Oil

LangkahInstruksi PenyiapanKeterangan Tambahan
1. Persiapan AlatSiapkan botol kaca bersih, berwarna gelap (Amber/Cobalt Blue) berukuran 50 ml.Botol kaca gelap mencegah oksidasi akibat cahaya.
2. Mencampur BasisTuangkan carrier oil sesuai resep ke dalam botol kaca menggunakan corong kecil.Sisakan sedikit ruang udara di bagian atas botol.
3. Menambahkan AromaTeteskan essential oil satu per satu ke dalam campuran minyak pembawa.Hitung tetesan secara akurat agar konsentrasi tetap 1%.
4. HomogenisasiTutup rapat botol, lalu gulirkan di antara kedua telapak tangan secara perlahan.Hindari mengocok botol terlalu keras agar tidak terbentuk gelembung udara berlebih.
5. PenyimpananSimpan di tempat yang sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung.Tulis tanggal pembuatan pada label botol.

Umur Simpan (Shelf Life) dan Penyimpanan:

Umur simpan racikan Anda bergantung sepenuhnya pada carrier oil dengan daya tahan terpendek dalam campuran tersebut. Secara umum, campuran berbahan dasar Grapeseed oil bertahan sekitar 6 bulan, sementara Jojoba atau FCO bisa bertahan 1 hingga 2 tahun. Jika aroma minyak berubah menjadi masam atau tengik, segera buang dan buat campuran yang baru.

Cara Memberikan Pijat Relaksasi yang Nyaman

Memiliki minyak pijat terbaik belumlah cukup jika teknik penyampaiannya tidak tepat. Pijat pasangan untuk quality time bukanlah tentang menguasai teknik fisioterapi klinis, melainkan tentang koneksi, komunikasi, dan kehadiran.

  1. Persiapan Ruangan: Ciptakan suasana yang mendukung relaksasi. Matikan lampu utama dan gunakan pencahayaan yang lembut (dim light) atau lampu tidur hangat. Pastikan suhu ruangan cukup nyaman—tidak terlalu dingin—karena suhu tubuh cenderung turun saat sedang rileks.
  2. Suasana (Ambiance): Putar musik instrumental yang tenang dengan tempo lambat. Musik tanpa lirik sangat dianjurkan agar tidak mendistraksi pikiran.
  3. Komunikasi dan Izin (Consent): Meskipun bersama pasangan, selalu tanyakan kesiapan mereka. Bertanyalah mengenai area mana yang terasa paling tegang (misalnya bahu atau punggung bawah).
  4. Tekanan yang Nyaman: Jangan menggunakan tenaga yang berlebihan. Pijat relaksasi (Swedish massage style) mengandalkan usapan panjang yang mengalir (teknik effleurage). Hindari menekan area tulang belakang secara langsung; alih-alih, pijat otot di sisi kanan dan kiri tulang belakang. Selalu tanyakan: “Apakah tekanannya cukup nyaman?”
  5. Perhatian Penuh: Jangan membicarakan pekerjaan, anak, atau tagihan saat sedang memijat. Fokuskan energi pada telapak tangan Anda dan irama pernapasan pasangan.

Tips Meracik Massage Oil

Selalu hangatkan minyak di telapak tangan Anda terlebih dahulu sebelum mengusapkannya ke kulit pasangan. Sensasi minyak yang dingin dapat mengejutkan otot dan seketika merusak efek relaksasi yang sedang dibangun.

Keamanan Pijat dan Penggunaan Essential Oil

Meskipun berasal dari alam, essential oil merupakan senyawa kimia fitologis yang sangat kuat. Keamanan penggunaan topikal harus selalu menjadi prioritas, terutama jika dipraktikkan secara mandiri di rumah tanpa pengawasan terapis bersertifikat.

Pertama, aturan pengenceran wajib dipatuhi. Jangan pernah mengaplikasikan essential oil murni langsung ke kulit (neat application). Praktik ini sangat berisiko memicu dermatitis kontak atau sensitisasi kulit secara permanen. Pengenceran 1% hingga 2% (maksimal) adalah standar teraman untuk pemijatan seluruh tubuh pada orang dewasa sehat.

Sebelum memijat punggung penuh, lakukan patch test. Oleskan sedikit minyak campuran di area kulit tertutup (seperti lipatan siku bagian dalam) dan tunggu 24 jam untuk melihat apakah ada reaksi kemerahan, gatal, atau iritasi.

Beberapa hal krusial lainnya:

  • Fotosensitivitas: Beberapa minyak sitrus (seperti Lemon atau Bergamot non-FCF) dapat menyebabkan kulit melepuh jika terkena sinar UV matahari. Selalu pastikan produk sitrus Anda aman untuk kulit (phototoxic-free) atau gunakan pada malam hari.
  • Kehamilan: Konsultasikan dengan tenaga medis ahli jika sedang hamil, terutama pada trimester pertama. Banyak senyawa aktif dalam minyak atsiri yang menembus plasenta.
  • Kondisi Kulit: Hindari memijat area kulit yang mengalami luka terbuka, memar parah, eksim aktif, atau peradangan akut. Jangan gunakan essential oil di area sekitar mata atau membran mukosa (area genital).
  • Hentikan Penggunaan: Jika pasangan mengeluh kulit terasa panas, terbakar, atau gatal di tengah sesi, segera hentikan pijatan. Jangan membilas dengan air (karena minyak dan air tidak menyatu); gunakan carrier oil murni tanpa campuran untuk mengusap dan “mengangkat” essential oil dari kulit.

Tabel 4: Daftar Periksa Keamanan Pijat (Massage Safety Checklist)

Aspek KeamananTindakan yang Benar
Konsentrasi CampuranMaksimal 1% – 2% (10-20 tetes EO dalam 50ml Carrier Oil).
Uji KepekaanLakukan patch test pada siku bagian dalam selama 24 jam.
Aplikasi MurniDilarang keras meneteskan essential oil murni ke punggung telanjang.
Paparan MatahariHindari sinar matahari 12-18 jam jika menggunakan minyak sitrus fototoksik.
Area TubuhJauhkan campuran dari mata, telinga bagian dalam, dan area intim.
Tindakan DaruratJika iritasi, basuh dengan carrier oil murni atau susu murni, bukan air.

Kesalahan yang Harus Dihindari

Mencampurkan terlalu banyak jenis essential oil ke dalam satu botol (lebih dari 4 jenis) tidak akan membuat khasiatnya lebih kuat. Hal tersebut justru dapat menciptakan aroma yang “keruh” (muddy) dan meningkatkan potensi iritasi silang pada kulit. Patuhi aturan “kurang itu lebih” (less is more) dalam aromaterapi.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Minyak (carrier oil) apa yang terbaik untuk pijat relaksasi?

Secara umum, Sweet Almond Oil dan Jojoba Oil adalah yang paling disukai. Keduanya memiliki rasio glide (daya luncur) yang sangat baik dan penyerapan yang moderat, sehingga tidak meninggalkan sensasi super lengket.

2. Apakah essential oil bisa diaplikasikan langsung ke kulit punggung?

Tidak. Essential oil murni berpotensi kuat membakar kulit atau menyebabkan reaksi alergi. Minyak aromatik wajib dilarutkan ke dalam carrier oil (minyak pembawa) terlebih dahulu.

3. Berapa lama minyak pijat DIY dapat disimpan?

Umumnya berkisar antara 6 bulan hingga 2 tahun. Masa pakai ini dihitung dari tanggal kedaluwarsa carrier oil yang Anda gunakan sebagai bahan dasar, bukan dari essential oil-nya.

4. Apakah minyak pijat cocok untuk kulit yang sensitif?

Ya, asalkan Anda memilih carrier oil yang hipoalergenik seperti Apricot Kernel Oil atau Jojoba murni, dan menggunakan konsentrasi essential oil yang sangat rendah (misalnya 0,5%), atau bahkan tanpa essential oil sama sekali.

5. Konsentrasi pengenceran berapa yang harus digunakan oleh pemula?

Pemula sangat disarankan untuk memulai dari konsentrasi 1% (sekitar 10 tetes essential oil untuk 50 ml atau 3 sendok makan penuh carrier oil).

6. Bisakah pijat benar-benar membantu relaksasi dan stres?

Ya. Secara saintifik, stimulasi mekanis dari pijatan mampu menenangkan sistem saraf simpatik (mode fight-or-flight), serta menurunkan produksi hormon kortisol (hormon pemicu stres).

7. Apa yang harus dilakukan jika minyak pijat terasa terlalu lengket?

Anda dapat menggunakan tisu kering untuk menepuk perlahan (pat dry) punggung pasangan setelah pijatan selesai, atau beralih ke carrier oil yang lebih ringan seperti Grapeseed Oil pada sesi berikutnya.

8. Apakah aromaterapi ini aman jika ada bayi di dalam ruangan yang sama?

Sistem pernapasan bayi jauh lebih rentan daripada orang dewasa. Jika Anda memijat pasangan menggunakan essential oil (yang uapnya juga menyebar di ruangan), pastikan ventilasi udara terbuka atau hindari melakukannya di dekat bayi.

9. Mengapa harus memanaskan minyak di telapak tangan?

Minyak yang diusapkan secara dingin akan mengejutkan sistem saraf punggung dan menyebabkan otot menegang (spasme refleks), yang sangat bertolak belakang dengan tujuan relaksasi.

10. Bolehkan saya menggunakan baby oil atau minyak zaitun untuk memasak sebagai carrier oil?

Baby oil umumnya berbahan dasar minyak mineral sintetis (turunan petroleum) yang tidak menyerap dan menyumbat pori-pori. Minyak zaitun (olive oil) dapur terlalu kental dan baunya terlalu kuat sehingga akan mendominasi aroma essential oil Anda. Sebaiknya gunakan carrier oil kelas kosmetik.

Kesimpulan

Pijat menggunakan minyak aromaterapi esensial yang diencerkan dengan benar merupakan instrumen kebugaran (wellness) yang sangat luar biasa untuk dimasukkan ke dalam rutinitas rumah tangga Anda. Lebih dari sekadar relaksasi fisik, praktik ini menjadi sarana komunikasi intim dan quality time yang bermakna bagi pasangan di tengah hiruk-pikuk kehidupan.

Dengan memilih komposisi carrier oil yang tepat dan essential oil yang menenangkan seperti Lavender atau Frankincense, Anda dapat menciptakan suasana damai layaknya spa di rumah sendiri. Perlu ditekankan kembali bahwa essential oil adalah elemen komplementer untuk relaksasi dan tidak dirancang sebagai pengganti perawatan medis profesional. Utamakan selalu komunikasi, kenyamanan bersama, dan kepatuhan pada panduan pengenceran yang aman, lalu biarkan sentuhan alam memulihkan keharmonisan emosional Anda.

Referensi Ilmiah

  1. Ali, B., Al-Wabel, N. A., Shams, S., Ahamad, A., Khan, S. A., & Anwar, F. (2015). Essential oils used in aromatherapy: A systemic review. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 5(8), 601-611. https://doi.org/10.1016/j.apjtb.2015.05.007
  2. Buckle, J. (2015). Clinical Aromatherapy: Essential Oils in Healthcare (3rd ed.). Churchill Livingstone Elsevier.
  3. Choi, E., Hwang, E., Park, C., & Kwon, I. (2013). Clinical application of complementary and alternative medicine (CAM) on symptoms of patients with cancer. European Journal of Integrative Medicine, 5(5), 450-456.
  4. Diego, M. A., Field, T., Sanders, C., & Hernandez-Reif, M. (2004). Massage therapy of moderate and light pressure and vibrator effects on EEG and heart rate. International Journal of Neuroscience, 114(1), 31-44. https://doi.org/10.1080/00207450490249446
  5. Farrar, A. J., & Farrar, F. C. (2020). Clinical aromatherapy. Nursing Clinics of North America, 55(4), 489-504. https://doi.org/10.1016/j.cnur.2020.06.015
  6. Field, T. (2014). Massage therapy research review. Complementary Therapies in Clinical Practice, 20(4), 224-229. https://doi.org/10.1016/j.ctcp.2014.07.002
  7. Howell, E. (2008). The Essential Blending Guide. Aromahead Institute.
  8. Hwang, J. H. (2006). The effects of the inhalation method using essential oils on blood pressure and stress responses of clients with essential hypertension. Taehan Kanho Hakhoe Chi, 36(7), 1123-1134.
  9. Koulivand, P. H., Khaleghi Ghadiri, M., & Gorji, A. (2013). Lavender and the nervous system. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine, 2013, 681304. https://doi.org/10.1155/2013/681304
  10. Lin, T. K., Zhong, L., & Santiago, J. L. (2017). Anti-inflammatory and skin barrier repair effects of topical application of some plant oils. International Journal of Molecular Sciences, 19(1), 70. https://doi.org/10.3390/ijms19010070
  11. Moyer, C. A., Rounds, J., & Hannum, J. W. (2004). A meta-analysis of massage therapy research. Psychological Bulletin, 130(1), 3-18. https://doi.org/10.1037/0033-2909.130.1.3
  12. Navarro-Pérez, C. F., Sánchez, M. M., & González, R. M. (2018). Bergamot essential oil: A review of current research on its potential uses. Phytomedicine, 39, 90-95.
  13. Rapaport, M. H., Schettler, P., & Bresee, C. (2010). A preliminary study of the effects of a single session of Swedish massage on hypothalamic–pituitary–adrenal and immune function in normal individuals. Journal of Alternative and Complementary Medicine, 16(10), 1079-1088. https://doi.org/10.1089/acm.2009.0634
  14. Rhind, J. P. (2012). Essential Oils: A Handbook for Aromatherapy Practice (2nd ed.). Singing Dragon.
  15. Tisserand, R., & Young, R. (2014). Essential Oil Safety: A Guide for Health Care Professionals (2nd ed.). Churchill Livingstone Elsevier.
  16. Uvnäs-Moberg, K., Handlin, L., & Petersson, M. (2015). Self-soothing behaviors with particular reference to oxytocin release induced by non-noxious sensory stimulation. Frontiers in Psychology, 5, 1529. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2014.01529
  17. Vaughn, A. R., Clark, A. K., Sivamani, R. K., & Shi, V. Y. (2018). Natural oils for skin-barrier repair: Ancient compounds now backed by modern science. American Journal of Clinical Dermatology, 19(1), 103-117. https://doi.org/10.1007/s40257-017-0301-1
  18. Warren, J. M., & Rayburn, W. F. (2001). Aromatherapy during pregnancy. Obstetrics & Gynecology, 97(1), 48-52.
  19. Watt, E. E., & Janca, A. (2008). Aromatherapy in nursing and mental health care. Contemporary Nurse, 30(1), 69-75. https://doi.org/10.5172/conu.673.30.1.69
  20. Zeil, B. V., & Wuttke, W. (2002). The use of essential oils in cosmetic formulations. International Journal of Cosmetic Science, 24(5), 297-302.

Writer : Tegar S. Ahimza
(SEO & Content Strategy Manager PT. Syailendra Bumi Investama, syailendragroup99@gmail.com)

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter